Berbagai upaya untuk mencetak pemasar yang handal di Indonesia, seakan tumbuh bagai jamur di musim hujan. Dimana-mana seminar dan workshop pemasaran diadakan, berbagai pembicara dihadirkan, berbagai teori dan contoh diuraikan baik melalui hand out yang disebarluaskan maupun melalui case study yang coba didiskusikan. Tidak hanya itu saja, jika kita pernah atau sering berjalan-jalan ke toko buku atau perpustakaan, maka beragam teori secara lengkap dibeberkan melalui beragam judul, hingga kadang kita sulit membedakan buku satu dengan lainnya dikarenakan tema yang sama namun ditinjau dari sudut pandang yang beda. Jaman sekarang ini peluang untuk menjadi seorang pemasar pun banyak ditawarkan, namun banyak diantara mereka yang mencoba atau sudah berkutat di bidang pemasaran merasa jenuh dan dengan tegas mengatakan “Bidang ini terlalu sulit untuk saya” atau “Saya tidak cocok dengan pekerjaan ini.” Ada satu hal yang akan mempermudah Pemasar untuk melangkah dalam menggeluti pemasaran, yaitu Brand, karena dengan brand yang kuat dan dipercaya akan mempermudah pemasar, terutama pemasar yang baru berkecimpung di dunia pemasaran untuk mendalami dunia pemasaran.
Ada satu definisi Marketing yang menyatakan bahwa Pemasaran adalah suatu proses social yang mengandung nilai seni yang berdiri diatas kepentingan organisasi/ individu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui pertukaran dan membangun relationship. (Harper W. Boyd, Jr) berpijak dari salah satu definisi tersebut, banyak yang bisa dilakukan pemasar dalam menumbuh-kembangkan jiwa pemasar berkaitan dengan brand yang diusungnya, antara lain melalui berbagai langkah sebagai berikut :
1. Pemasar harus memahami benar brand yang diusungnya sekaligus keunggulan beserta kelemahannya. Karena dengan memahami benar brandnya, pemasar akan bisa mengukur posisinya di pasar jika dibandingkan dengan brand lain.
2. Keberadaan brand yang diusung oleh pemasar akan sangat mempengaruhi kekuatan pertukaran dengan pihak lain sekaligus coverage networking yang akan dibangun. Pemasar dengan brand yang kuat akan mudah menggunakan kekuatan brandnya untuk alat negosiasi.
3. Pemasar harus yakin akan komitmen terhadap setiap komunikasi yang dipertukarkan dengan pihak lain, ini akan menyangkut kepada kredibiltas si pemasar itu sendiri secara langsung, maupun brand perusahaan secara tidak langsung. Karena pada dasarnya pemasar adalah agent of company mission.
4. Pemasar harus kreatif mengembangkan Brand melalui pengelolaan sumber daya yang ada dalam perusahaan untuk dipertukarkan dengan pihak lain melalui program komunikasi yang tertata dan terencana
5. Pemasar harus menggali, menggali dan menggali sebanyak mungkin pihak lain untuk dijadikan partner dan potential client dengan mengutamakan kualitas relationship dan tentu saja kekuatan produk yang menjadi andalan.